Pasukan “Byson” Rayakan Ulang Tahun Ke-4

Byson Independent Satu Indonesia (BISA) merayakan ulang tahun ke-4 dengan menggelar rangkaian family gathering, yang dilakukan serentak di empat kota besar Indonesia, Sabtu (3/9/2016).

Kota-kota tersebut di antaranya Bandung, Gresik, Mamuju, dan Sentani.

Forum komunikasi klub Yamaha Byson ini (BISA) lahir pada 1 September 2012 dan selalu dirayakan dengan mengusung konsep family gathering. Dari keempat kota tersebut, Bandung jadi kota yang memiliki peserta terbanyak, mencapai 1.000-an biker Byson.

“Sampai saat ini, setidaknya sudah ada 126 klub yang tergabung di dalam forum komunikasi BISA. Semua tersebar dari Aceh hingga Sentani, Papua. Untuk itu, perayaan kami bagi ke daerah masing-masing,” ujar Hendra salah satu penggagas BISA, dalam siaran resmi yang diterima KompasOtomotif, Selasa (6/9/2016).
Istimewa
Perayaan Byson Independent Satu Indonesia (BISA) yang dilakukan di Sentani, Papua.
Bro Dutar, Ketua Acara Famgath BISA, di Bandung mengatakan, selain berkumpul, acara kumpul keluarga Yamaha Byson juga diramaikan dengan hiburan yang kental dengan nuansa kebudayaan, di antaranya rampak gendang dan seni pencak silat.

“Tidak hanya perayaan ulang tahun, kami juga memberikan suguhan acara budaya karena kami sebagai bikers juga wajib melestarikan budaya yang ada di Indonesia. Terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh tamu undangan yang sudah hadir,” ujar Dutar.

Sementara itu, perayaan Famgath BISA terjauh ialah di Sentani, Papua. Byson Rider Independent Sentani Club (BRISIC) selaku tuan rumah melakukan perayaan dengan sederhana. Mereka melakukan kumpul anggota di tugu Mac Arthur dan bukit teletabis, Sentani, Papua.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sanggahan Honda dan Yamaha Tanpa Kartel

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata memberikan penjelasan mengapa persaingan dalam industri sepeda motor di Indonesia ini tanpa kartel. Menurutnya, tipisnya perbedaan kapasitas mesin antara model satu tipe antara satu merek dengan yang lain juga bukti otentik.

Penjelasan Gunadi disampaikan saat menjawab pertanyaan majelis hakim dalam sidang lanjutan dugaan kartel Honda dan Yamaha, di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Hakim bertanya mengapa produsen anggota AISI memproduksi model yang dinilai cuma beda tipis. Misalnya Honda meluncurkan generasi awal Beat 110cc sementara itu Yamaha melahirkan Mio 115cc.

Gunadi menjelaskan ‎strategi seperti itu merupakan bentuk diferensiasi yang mencerminkan usaha produsen untuk bersaing. Produk yang bersaing memiliki keunggulannya masing-masing.
Febri A/KompasOtomotif
Ketua AISI tengah memberikan penjelasan dalam majelis hakim, dugaan praktik kartel antara Yamaha dan Honda di Kantor KPPU, Selasa (6/9/2016).
“Semua terserah konsumen, apakah mau beli lebih murah sedikit tapi cc-nya lebih kecil atau sedikit lebih mahal, agak keren sedikit, tapi lebih mahal,” jelas Gunadi.

“Mereka saling membunuh untuk berebut pasar. Konsumen akan menentukan sendiri,” ‎kata Gunadi lagi.

Kapasitas mesin memengaruhi harga jual produk. Menurut Gunadi ‎konsumen masing-masing produk sudah tersegmentasi sendiri, dalam artian punya penggemarnya masing-masing.

‎”Kalau ada produk berhasil di pasar yang lain pasti tidak diam,” ucap

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Yamaha R3 dari Pulogadung Dipacu Lagi di Sekolah Valentino Rossi

Sejak Master Camp pertama Yamaha?VR46 Riders Academy beberapa waktu lalu, Galang Hendra dan Imanuel Pratna serta rider Asia lainnya punya menu latihan menunggangi sepeda motor YZF-R3.

Mereka pun kembali mendapat kesempatan yang sama, 13-18 September 2016 mendatang dalam Master Camp kedua.

Tapi sebelumnya, Galang dan Imanuel sebagai rider Indonesia berbagi pengalaman menunggangi R3 sejak Master Camp pertama di Italia. Bagi keduanya, memacu R3 di Misano adalah pengalaman yang tak terlupakan. Mereka bisa menggeber sepeda motor produksi negara sendiri di ”rumah” Valentino Rossi.

”Pengalaman sangat berharga mengendarai R3 di Italia. Kemampuan serasa makin meningkat. Apalagi setelah menggunakan R3 di Italia, saya langsung membalap dengan R25 di ARRC Sentul kemarin. Feel membalap jauh lebih baik,” cerita Galang Hendra, pebalap tim Yamaha Racing Indonesia.

Galang juga mengakui, penguasaan terhadap sepeda motor juga jauh lebih baik. Beda karakter R3 dan R25 cukup membuatnya belajar lebih banyak. Bekal Master Camp pertama dan kedua nanti akan dijadikannya modal untuk bisa lebih baik lagi di seri ke-5 ARRC di India.

R3 yang digunakan dalam Master Camp tentu saja buatan pabrik PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), karena berstatus sebagai model global.
Yamaha Eropa
Warna baru abu-abu dof, berkesan garang dan misterius.
R3 diekspor pertama kali oleh YIMM 2014 silam. Model ini mendapat respons baik dari masyarakat dunia. Data AISI menunjukkan sejak 2015, R3 sudah diekspor sebanyak 59.080 unit. Angka ini masih bisa bertambah mengingat data yang dirilis cuma sampai Juli 2016.
Fakta ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai basis produksi R3/R25 mendapat apresiasi dari dunia. Produk berkualitas yang dihasilkan dalam bentuk R3/R25 bahkan diimpor oleh negara asal, yakni Jepang. Tujuan utama ekspor selain Jepang adalah Amerika dan Thailand.

Mohammad Masykur, Asisten GM Pemasaran YIMM dalam siaran resmi (6/9/2016), menyatakan rasa bangga mewakili Yamaha Indonesia, bahwa produk yang diproduksi di dalam negeri digunakan di dalam program Master Camp gagasan Valentino Rossi di Tavullia.

”Ini menunjukkan bahwa legenda MotoGP sekelas Rossi mempercayai R3 atau disini dikenal dengan R25, produksi Indonesia. Harapan untuk ke depan, R3 semakin mendapat tempat di pasar motor sport global. Juga secara khusus di pasar domestik, R25 bisa menjadi sepeda motor yang kompetitif di kelas sport dari segi marketing,” ucap Masykur.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Puas sejak Melihat, Membeli, sampai Perawatan Sienta

PT Toyota Astra Motor (TAM) memberikan jaminan layanan purna jual, dengan jaringan penjualan dan bengkel yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan demikian, konsumen Sienta tak perlu khawatir bila menyangkut masalah perawatan.

Seperti yang dialami oleh salah satu konsumen Sienta asal Jakarta, Thomas Albert (42). Menurut dia jaringan bengkel, penjualan serta suku cadang Toyota sudah tersebar di seluruh Indonesia. Sehingga, semuanya serba mudah termasuk dalam hal merawat kendaraan barunya.

“Saya pernah punya pengalaman yang kurang bagus soal perawatan mobil. Tapi ketika pakai Toyota semua terjamin. Makanya saat keluar model baru, Sienta, saya memutuskan untuk membeli. Ternyata benar, kualitas pelayanan Toyota sangat baik dari awal,” ujar Thomas saat dihubungi KompasOtomotif, Senin (5/9/2016).

Pengalaman positif itu sudah dirasakannya sejak pertama melihat sampai memutuskan beli Sienta. Tenaga penjual di diler Toyota memberikan informasi detail seputar mobil sampai penawaran sistem pembelian. Thomas mengaku puas dengan pelayanan serta produk Toyota.

“Setelah membeli dan memakai, kita juga tidak perlu mengkhawatirkan suku cadang, semuanya sangat mudah didapat kalau beli mobil Toyota itu. Saya sangat puas beli Sienta,” ucap Thomas.

Pria yang bekerja sebagai pegawai swasta di salah satu kantor di Jakarta itu menambahkan, pengalaman yang tidak akan terlupakan ketika melakukan servis perdana Sienta. Ia mengaku mendapatkan pelayanan maksimal dari semua pihak, sampai mobilnya keluar bengkel.

“Penjelasan dari mekaniknya juga bagus. Hal yang terpenting penjelasannya dimengerti oleh kami yang awam soal mesin,” ucap pria dengan satu orang anak ini. (ADV)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Buntut Tawon Café Racer dengan LED

Sejak gaya retro menyeruak keluar meminggirkan aliran masa kini, banyak penghobi sepeda motor kustom yang akhirnya ”terjerumus” dan ikut arus tren. Salah satunya adalah gaya café racer yang khas dengan buntut tawon.

Ciri khas paling kuat pada model café racer adalah munculnya single seater dengan gaya melengkung. Sama seperti garapan Fancy Bike Thing (FBT), Amerika Serikat ini, yang mengedepankan konsep itu. Namun, ada pembeda yang cuukup ekslusif.

Kendati sudah tren, namun FBT tak mau sama dengan modifikator lain. Single seater buntut tawon itu diberi variasi lampu yang sangat manis, berupa LED memanjang warna merah yang diletakkan di bagian bawah buntut. Seketika nuansa retro café racer berubah menjadi masa kini.

Lampu panjang itu ternyata punya tiga fungsi, yakni lampu utama, lampu rem, serta lampu sein. Satu set single seater juga terdiri dari pengikat pelat nomor dan sepatbor. Desain ini juga sudah plug and play alias mudah diganti sendiri.

FBT menggunakan BMW R nineT, yang juga sepintas jauh mendongkrak penampilan. Satu set single seater itu dibanderol 299 dollar Amerika atau setara Rp 3,9 jutaan. Boleh juga untuk inspirasi modifikasi.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

AISI Mengaku Tidak Menghimpun Data Harga Motor

Salah satu tugas penting Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yaitu mengumpulkan data terkait industri termasuk data volume produksi para anggotanya. Akan tetapi Ketua AISI Gunadi Sindhuwinata menolak jika asosiasi diduga juga menghimpun data ‎harga jual setiap produk di pasaran.

Investigator dalam sidang lanjutan dugaan kartel Honda dan Yamaha di gedung Komisi Pengawas Persaingan ‎Usaha (KPPU), di Jakarta, Selasa (6/9/2016), mencurigai AISI mengetahui harga jual setiap produk anggotanya. Hal itu dianggap berkaitan dengan dugaan usaha Honda dan Yamaha menetapkan harga jual produk Skutik.

‎”Kami tidak pernah meminta harga. Karena percuma, kembali lagi itu strategi pasar sebab bisa berubah‎-ubah,” kata Gunadi.

Proses yang selama ini terjadi, para anggota AISI sekarang -Honda, Yamaha, ‎Suzuki, Kawasaki, dan TVS, mengirimkan data produksi dan penjualan secara sukarela setiap bulan. Tidak ada sanksi jika anggota telat memasok data sebab sifatnya tergantung kesadaran.

Data yang AISI kepada berbagai pihak, tiga di antaranya yakni Kementerian Perindustrian, Pemerintah Daerah, dan media.

Gunadi juga menyatakan AISI tidak pernah menyiarkan data omzet para anggota. ‎”Kami tidak dalam posisi meminta memantau atau menentukan harga,” kata Gunadi.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

AISI Teguh Tentang Tuduhan Kartel KPPU

Persis seperti pernyataan sebelumnya, Mei lalu, Ketua Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Gunadi Sindhuwinata tetap berpendapat tidak ada kartel antara Honda dan Yamaha.

Hal itu diungkapkan Gunadi kepada wartawan saat rehat sidang lanjutan dugaan kartel Skutik 110-125cc di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Selasa (6/9/2016). Agenda sidang mendengarkan keterangan Gunadi sebagai saksi yang dihadirkan oleh tim investigator KPPU.

“Kami memang tidak akan berubah karena itu memang kenyataannya. Tidak mungkin saya mengatakan tiba-tiba ada‎,” kata Gunadi.

“Kalau KPPU ada bukti baru ya kita cuma mengatakan bahwa ini tidak sesuai kenyataan. Pertimbangan itu nanti kembali ke majelis hakim,” ucap Gunadi
Febri A/KompasOtomotif
Ketua AISI tengah memberikan penjelasan dalam majelis hakim, dugaan praktik kartel antara Yamaha dan Honda di Kantor KPPU, Selasa (6/9/2016).

Bawah tangan?

Dalam sidang Gunadi menjawab AISI tidak menghimpun data harga produk masing-masing anggotanya. Itu berarti AISI Tidak bisa mengontrol ketetapan harga.

Satu asumsi yang muncul Honda dan Yamaha bergerak menetapkan harga jual tanpa sepengetahuan AISI. Gunadi tidak bisa memastikan hal itu tidak terjadi, namun dikatakan dari banyak parameter dua merek yang bermusuhan dari “buyut” ini tidak terbukti menjalin Kerja sama seperti diduga KPPU.

“Apapun juga akan muncul ke permukaan, dalam arti pasar itu terjadi konglomerasi yang dibagi-bagi antar merek‎. Tapi itu kan tidak terjadi, mau di bawah tangan atau mau di bawah apapun tidak mungkin karena buktinya tidak ada di pasar,” jelas Gunadi.

“Saya lihat buat apa mereka bersaing begitu ketat, buang uang begitu banyak untuk merebut pasar ternyata di belakang mereka bergandengn tangan‎,” kata Gunadi lagi.

Posted in Uncategorized | Leave a comment