Honda EV Neo Vs Gesits Garansindo-ITS

Setelah ramai pemberitaan mengenai calon “Motor Nasional” bertenaga listrik, Gesits, kali ini kabar terbaru datang dari merek sepeda motor Jepang. Diboyong oleh Astra Honda Motor (AHM), skuter listrik EV Neo diperkenalkan kepada publik tanah air.

Memang, AHM tidak secara langsung memperkenalkan, tapi melalui program Uji Coba Perilaku Berkendara dengan Sepeda Motor Listrik, bersama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan pihak akademisi Universitas Indonesia. Namun, upaya ini membuat gelagat Honda saat ini terbaca, untuk melakukan penetrasi di segmen ini.

Baca juga : Lebih Dekat dengan Gesits, Calon “Motor Nasional”

Honda saat masih mengandalkan sepeda motor listriknya EV Neo, yang meluncur sejak 2010. Produk yang dipasarkan di Jepang ini memiliki daya jelajah 34 km.

Skuter listrik milik Honda ini memiliki daya maksimal 3,8 PS @5.000 spm dan torsi maksimalnya 2,8 kw @2000 rpm. Kecepatan rata-rata EV Neo hanya 30 kpj, atau setara dengan mesin bahan bakar minyak (BBM) berkapasitas silinder 50cc.

Saat ini Honda tengah mempersiapkan model terbarunya, yang akan meluncur pada 2018 secara global. Bukan lagi berbentuk skuter, kendaraan roda dua listrik terbaru EV-Cub, mengadopsi desain bebek honda tahun 1970-an. Harganya juga diperkirakan mencapai Rp 60 juta sampai Rp 70 juta.

Baca juga: Skutik Listrik Garansindo-ITS “Pinjam” Teknologi Zero

Bagaimana dengan Gesits?

Skuter listrik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Garansindo, diklaim setara dengan sepeda motor BBM berkubikasi 125cc. Secara lebih detail, Gesit memiliki daya motor 5Kw.

Dibekali baterai lithium ion, Gesits dapat menempuh jarak sejauh 80 km-100 km untuk satu kali pengisian baterai. Kebutuhan waktu pengisian baterai sekitar 1,5 – 4 jam, menggunakan colokan rumahan.

Lebih dari itu, kecepatan maximum Gesits bisa mencapai 100 kpj. Calon “motor nasional” ini akan diproduksi lokal, dengan tingkat kandungan dalam negeri yang diperkirakan ada di angka 90 persen. Harga kemungkinan akan ada di rentang Rp 15 juta sampai Rp 20 juta. Gesit akan diproduksi pada tahun 2017 mendatang.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s